Tahanan Terorisme di pindah dari Nusakambangan ke Gunung Sindur

Channel24indo – Sekitar 58 tahanan kasus terorisme dipindahkan dari beberapa lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Divisi Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Ade Kusmanto menuturkan puluhan tahanan itu juga akan dibawa ke Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tahanan Terorisme di pindah dari Nusakambangan ke Gunung Sindur

” Semuanya berstatus tahanan karna masih menjalani sistem peradilan, belum juga berkekuatan hukum tetap, ” tuturnya .

Polres Cilacap serta personel Brimob dari Polda Jawa Tengah dan Kodim 0703/Cilacap tingkatkan pengamanan ditempat penyeberangan khusus menuju Pulau Nusakambangan mulai sejak jam 05. 30 WIB.

Personel Brimob bersenjata laras panjang berjaga di tiap-tiap sudut halaman parkir Dermaga Wijayapura, termasuk juga di ujung jalan menuju tempat penyeberangan itu.

Kapal Pengayoman IV milik Kementerian Hukum serta Hak Asasi Manusia yang membawa bus pengangkut tahanan teroris itu bersandar di Dermaga Wijayapura pada jam 08. 55 WIB. Satu per satu tahanan keluar meninggalkan tempat penyeberangan, diakhiri dengan kendaraan Barracuda.

Iring-iringan kendaraan pengangkut serta pengawal tahanan kasus terorisme itu meninggalkan Dermaga Wijayapura sekitaran jam 09. 05 WIB.

Tahanan Terorisme di pindah dari Nusakambangan ke Gunung Sindur

Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto menyebutkan pihaknya dengan Kodim 0703/Cilacap mengerahkan pasukan lebih kurang 600 personel untuk mengamankan rute yang dilewati sepanjang perpindahan tahanan kasus terorisme itu.

Dia menyebutkan pihaknya belum tahu apakah tahanan kasus terorisme yang dipindahkan itu adalah bagian dari narapidana yang dipindah dari Rutan Mako Brimob.

” Jumlah yang dipindahkan 58 orang. Ke mananya, kami masih tetap menanti dari pihak pengamanan yang barusan kami serahkan. Tugas kami dan Lapas Nusakambangan cuma lakukan pengamanan serta menyerahkan pada tim yang hari ini telah tiba, dari BNPT, Densus serta Brimob Mabes Polri, ” tuturnya.

Sementara Kepala Lapas Batu Nusakambangan Hendra Eka Putra menyebutkan perpindahan itu dilakukan pada mereka yang berstatus tahanan.

” Semuanya tahanan, namun data-datanya berada di Jakarta, jadi kami tidak tahu, ” kata Koordinator Lapas Se-Nusakambangan serta Cilacap itu.

Dia mengatakan dari 58 tahanan itu, sembilan orang datang dari Lapas Besi, 24 orang dari Lapas Pasir Putih serta 25 orang dari Lapas Batu termasuk juga dua wanita bersama satu bayi.

Waktu pecah kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5), semua narapidana kasus terorisme dipindahkan ke lapas di Nusakambangan. Usai kerusuhan itu, sejumlah teror berlangsung di beberapa kota, termasuk juga di Surabaya serta Pekanbaru.

BACA JUGA : Aparat Memburu Penyebar Hoaks Bom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *