Suka Duka Kedua Kubu Setelah Laga Selesai Antara Manchester United Vs Chelsea

Seperti Yang Sudah Diberitakan, Pertandingan diakhiri dengan Skor Akhir Manchester United 4-0 Chelsea pada pertandingan matchday pertama Premier League di Old Trafford, Minggu (11/08/2019).

Muncul Banyak Kebanggaan Bagi Pemain Khususnya Pemain Yang Baru Di datangkan Antara Kedua Kubu Namun Tidak Luput Pula dari Duka dan Keluhan Dari Kubu Yang Menerima Kekalahan.

Kubu Manchester United

Harry Maguire terpilih menjadi Man of the Match alias pemain terbaik di laga antara Manchester United vs Chelsea. Defender berusia 26 tahun tersebut dijadikan starter oleh Ole Gunnar Solskjaer. Ia memang tak terlihat aktif memberikan instruksi pada rekan-rekannya, namun ia mampu menggalang pertahanan United dengan baik.

Ia mampu membuat pertahanan MU menahan gempuran Chelsea. Dari rekaman Channel24Indo, ia tercatat empat kali memenangkan duel udara di laga itu, sama dengan jumlah yang dimenangkan oleh Paul Pogba. Jumlah itu merupakan yang paling banyak dibanding pemain manapun di kedua tim.

Akhirnya Manchester United dapat menemukan ramuan skuad di jantung pertahanan yang benar-benar kokoh

Ia juga 4x melakukan intersep. Paling banyak dibanding pemain lainnya dari kedua kubu. 7x tercatat melakukan clearance. Jumlah itu hanya bisa didekati oleh Aaron Wan-Bissaka (lima kali).

Bek timnas Inggris ini juga dua kali melakukan blok atas tembakan lawan. Sama dengan catatan bek Chelsea, Andreas Christensen.

Maguire juga mencatatkan akurasi passing yang bagus di laga itu. Dari catatan Channel24Indo, akurasi operannya mencapai 86 persen.

Berikutnya, Harry Maguire akan mencoba membantu Manchester United untuk meraih clean sheet lagi. Kali ini melawan Wolverhampton di laga tandang di matchday kedua Premier League pada 20 Agustus mendatang.

Kubu Chelsea

Kekalahan di pekan pertama ini jelas menjadi pukulan besar untuk skuad Chelsea yang ingin memulai musim dengan cara terbaik. Pertandingan tersebut juga membuktikan perbedaan skuad Chelsea yang sekarang dengan skuad MU.

Lampard menyadari kondisi timnya tidak sekuat tim-tim jagoan Premier League lainnya. Laga ini membuat Lampard menyadari bahwa ada dua tugas besar yang harus segera ia lakukan. Ia harus memoles lini serang dan lini belakangnya.

Chelsea tak punya striker yang benar-benar bisa diandalkan. Abraham memang sempat mengancam dengan peluangnya di awal laga, namun ia lebih sering tak berkutik di laga ini.

Sementara itu di lini belakang, tampaknya mereka cukup terpengaruh dengan hengkangnya David Luiz. Penggantinya yakni Zouma, tampil kurang meyakinkan.

Ia kerap tampil ceroboh saat menguasai bola. Ia juga yang menyebabkan Chelsea mendapat penalti di babak pertama usai melanggar Rashford.

Selain Kurt Zouma, performa yang buruk juga ditampilkan oleh Cesar Azpilicueta yang berposisi bek kanan. Pemain asal Spanyol itu cukup ceroboh dan distribusi bola dan menyulitkan Chelsea saat build up.

Masih catatan statistik Channel24Indo, Azpilicueta menjadi pemain yang paling sering kehilangan penguasaan bola. Total, dia kehilangan penguasaan bola sebanyak 22 kali dalam Laga Tersebut.

Dari hasil Pertandingan Tersebut Lampard Tanpa Ampun Memberi Catatan Dan Peringatan Khusus Untuk Kurt Zouma dan Azpilicueta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *