Stamford Bridge Sudah Siap Menjadi Saksi Pertarungan Chelsea Vs Brighton

Laga Chelsea vs Brighton Liga Inggris akan berlangsung di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (28/9/2019) malam. Sanggupkah Chelsea meraih kemenangan perdana di bawah asuhan frank Lampard ?

Menarik untuk dinantikan. Sejak menukangi Chelsea, Frank Lampard belum berhasil membawa pulang poin penuh di laga kandang di ajang Liga Inggris

Rinciannya, imbang lawan Leicester City (1-1) dan Sheffield United (2-2), dan yang terbaru lawan Liverpool (1-2).

Di sisi lain yang menjadi catatan, Chelsea selalu kebobolan dalam enam pertandingan Liga Inggris musim ini.

Bahkan total kebobolan The Blues lebih banyak dari mencetak gol, 13 berbanding 12, defisit satu gol.

Lebih lanjut lagi, jika gagal mendulang poin penuh saat lawan Brighton, Chelsea akan menyamai rekor musim 1986/1987 karena gagal meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan di Stamford Bridge, dilansir dari Channel24Indo.

Catatan buruk itu juga berlaku untuk Frank Lampard jika gagal menang, maka akan menyamai hasil yang diraih Bobby Campbell pada April 1988.

Namun Dibalik catatan buruk diatas, Kemenangan telak atas Grimsby tengah pekan lalu dalam ajang Carabao Cup juga bisa menjadi modal Lampard untuk meraih kemenangan kedua musim ini di Stamford Bridge di berbagai kompetisi.

Manajer Chelsea, Frank Lampard merasa sangat menikmati performa impresif yang diperlihatkan para pemain muda di skuat miliknya saat itu.

Di bawah asuhan Lampard, para pemain jebolan akademi Chelsea seperti Tammy Abraham, Mason Mount, hingga Fikayo Tomori mampu menunjukkan kualitas mereka.

Lampard memang memilih mengandalkan para pemain dari akademi guna menyiasati hukuman larangan transfer yang didapat Chelsea musim panas kemarin.

Kegembiraan Lampard

Banyak pihak memuji kinerja Lampard yang dianggap mampu mengeluarkan potensi terbaik para pemain muda tersebut. Lampard mengaku menikmati perannya ini.

“Jujur, ini merupakan bagian yang sangat menarik dari pekerjaan saya dan saya menyukai sisi tersebut,” ujar Lampard seperti dikutip Channel24Indo.

Lampard mengakui bahwa para pemain muda tersebut terkadang memang butuh dibimbing dengan sedikit keras. Lampard menyatakan tak masalah dengan itu.

“Mereka semua memiliki kepribadian berbeda-beda. Beberapa perlu dibujuk, beberapa lainnya terkadang jelas butuh dibimbing dengan kata-kata keras untuk membantu mereka berkembang dan di situlah mengapa pekerjaan saya sangat menarik karena saya senang melihat perkembangan dari para pemain ini,” jelasnya.

Bukan Hanya Masalah Teknis

Lampard yang juga sudah menjadi pemain andalan Chelsea sejak masih berusia muda mengakui bahwa perkembangan seorang pemain bukan hanya perkara teknis di lapangan.

“Tak peduli apa pun kepribadian mereka, mereka semua ingin menjadi pemain terbaik bagi Chelsea, dan saya senang akan itu. Bukan hanya saya, tapi juga dua asisten saya,” tutur Lampard.

“Dalam tim kami, kami bisa dengan mudah mengesampingkan permainan dan memperhatikan semua momen tersebut karena beberapa di antaranya merupakan hal yang emosional. Tidak hanya sekadar hal teknis di lapangan,” lanjutnya.

“Beberapa di antaranya adalah tumbuh dan meneken kontrak baru atau apa yang terjadi pada sekitar mereka atau mendapat sorotan setelah tampil bagus dan apa pengaruhnya bagi mereka,” tandasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *