Polda Jabar Tak Pandang Bulu Tangani Kasus Bahar bin Smith

Polda Jabar Tak Pandang Bulu Tangani Kasus Bahar bin Smith

Channel24indo – Polisi menegaskan bertindak profesional dalam penanganan kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith terhadap dua remaja di Bogor. Polisi tak pandang bulu untuk menjerat pelaku penganiayaan.

“Kaitan sesuai undang-undang barang siapa, artinya kita tidak mengenal siapa-siapa, yang melakukan perbuatan itu yang bertanggung jawab. Jadi kita tidak ada kaitan institusi dan lain-lain,” ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Lodaya 2018 di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/12/2018).

Agung mencontohkan beberapa bulan lalu ada ustaz yang mencabuli 12 santri di Cimahi. Dia menegaskan kasus itu tetap diproses secara hukum.

“Ini adalah kasus kriminal murni, kita proses hukum hormati, kita kedepankan proses hukum sampai pengadilan,” tutur Agung.

Bahar bin Smith menganiaya dua remaja berinisial CAJ (18) dan MKUAM (17). Keduanya dianiaya di pondok Pesantren (ponpes) Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ponpes itu diketahui milik Bahar.

“Saya pribadi mengakui bahwa sikap Habib Bahar yang terlalu emosional itu salah, perbuatan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dalam hidup bernegara. Namun semua ini juga tidak akan terjadi jika hukum berjalan dengan adil, tidak mungkin ada akibat tanpa adanya sebab,” ujar Sugito dalam keterangan tertulis, Kamis (20/12/2018).

Bahar bin Smith, disebut Sugito, tak terima karena adanya tindakan orang yang mengaku sebagai dirinya. Karena itu, Bahar bin Smith bereaksi terhadap dua remaja berinisial MHU (17) dan ABJ (18).

Habib Bahar bin Smith saat ini ditahan di Polda Jawa Barat setelah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus dugaan penganiayaan oleh Habib Bahar dan rekan-rekannya terjadi pada Sabtu (1/12) di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *