Polda DIY Ikut Pantau Sebaran Tabloid 'Indonesia Barokah'

Polda DIY Ikut Pantau Sebaran Tabloid ‘Indonesia Barokah’

Channel24indo –  Tabloid Indonesia Barokah yang berisi konten politik dengan framing diduga menyerang capres Prabowo Subianto beredar di sejumlah masjid di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut memantau peredaran tabloid itu dan akan menindak tegas jika masuk ke wilayah DIY.

“Sampai dengan saat sekarang alhamdulillah tidak ada. Tetapi kita sudah bekerja sama dengan Bawaslu, konten-konten atau hal-hal apa yang kira-kira menjadi pemicu provokasi dan lain-lain, sudah koordinasi dengan Bawaslu melalui Gakkumdu,” kata Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri di sela peresmian Gedung Satpas di Mapolres Sleman, Rabu(23/1/2019).

Dofiri menegaskan bakal menindak tegas pihak-pihak yang dengan sengaja memprovokasi masyarakat di tengah masa Pilpres 2019.

“Kita dorong lewat Gakkumdu untuk melakukan tindakan tegas. Tapi sampai dengan sekarang belum ada laporan, mudah-mudahan jangan sampai ada di Yogyakarta,” jelasnya.

Dofiri pun mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terpancing sesuatu hal yang bisa menganggu situasi kamtibmas.

“Kita harus berfikir jernih, dewasa, sehingga kondusivitas tetap terjaga. Jangan sampai terprovokasi oleh hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora menyebut telah menemukan sebanyak 635 eksemplar tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang tersebar di sebanyak 240 masjid se Kabupaten Blora. Sudah ada 12 kecamatan yang terdata temuan tabloid tersebut.

Tabloid ‘Indonesia Barokah‘ sendiri berisi rangkuman berita yang menyudutkan pasangan Paslon nomor urut 022 pada Pemilu 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun demikian, ia mengakui Bawaslu Blora saat ini telah menghentikan penyidikan terhadap kasus penyebaran tabloid bermuatan politik tendensius itu. Sebab, menurut Bawaslu unsur pelanggaran tidak ditemukan di dalamnya.

“Jadi, hasil rapat tadi malam kami fokus pada pembahasan isi konten. Dari 3 unsur yang ada, kita simpulkan tabloid ini tidak mengandung unsur ujaran kebencian. Isi tabloid itu merupakan rangkuman beragam informasi dari media dan itu merupakan fakta,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *