Petinggi Sunda Empire, Raden Rangga Ucap Takabur Mampu Hentikan Nuklir

Lagi-lagi masyarakat Jawa Tengah dihebohkan kemunculan kerajaan ‘jadi-jadian’. Setelah heboh  Keraton Agung Sejagat (KAS) di Purworejo, belum ada sepekan masyarakat kembali dihebohkan keberadaan Sunda Empire (kekaisaran Sunda). Ternyata petinggi Sunda Empire yang bermarkas di Bandung warga Brebes, Jawa Tengah.

Sang pemimpin yang dituakan tersebut menyebut dirinya sebagai Raden Rangga atau HRH Rangga. Tidak ubahnya dengan Toto Santoso, sang ‘Raja’ Keraton Agung Sejagad, Raden Rangga juga membuat kehebohan dengan mengklaim memiliki 54 negara dan mampu menghentikan nuklir.

Terungkap dalam posting di akun Facebook Raden Rangga. Dalam video berdurasi 1 menit 35 detik itu, Rangga bicara soal beragam hal. Video diupload melalui akun YouTube bernama Alliance Press International. Berupa wawancara dengan HRH Rangga. Video tersebut diunggah pada 6 Juli 2019.

Berikut isi pernyataannya dalam Vide berjudul “Harapan Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana:

Harapan ke depan adalah bagi kami, Sunda Empire adalah menginginkan negara-negara dan pemerintahan seluruh dunia. Di mana adalah kaitan pada persoalan adalah yang diatur adalah manusia mengikuti sebuah sistem internasional, yaitu sistem Sunda Empire. Di mana proses tatanan bagi kaitan keseluruhan itu bersama-sama mewujudkan apa yang ditentukan oleh Allah Yang Maha Berkuasa.

Dalam Alquran disebutkan Baldatun Toyibatun waraobunn Ghofur. Dalam Injil disebutkan bahwa kerajaan Surya akan turun. Di dalam tatanan kita ada di dalam UUD 45 dan Pancasila kta adalah disebutkan negara adalah untuk mencapai adil makmur.

Nah, Persoalan ini mari kita wujudkan bersama. Apapun jalannya, dari masing-masing mereka di luar, silakan. Contoh kita adalah yang mau menuju proses Yogya bisa lewat Klaten, bisa lewat manapun bisa lewat ini.

Lah, ini kita saling menghargai dan menghormati tatanan ini. Terpenting adalah tidak merugikan atas kekuatan masyarakat atau siapapun. Juga tidak mengganggu stabilitas nasional.

Justru keberadaan Sunda Empire adalah melahirkan tatanan bumi yang menyelamatkan atas keselamatan bumi dan umat keseluruhan.

Satu contoh yang tadi saya bilang, yang bisa hentikan atas nuklir tidak diledakkan adalah Sunda Empire dan saya akan umumkan itu, segera. Dan segera dalam waktu dekat ini akan diumumkan sebuah sistem yaitu empire sistem dan Jack Ma dan Bill Gates ada di sana.”

Pernyataan kontroversial tersebut memantik pernyataan beragam dari publik.  Beberapa di antaranya, M Nur Mersendy yang menuliskan “Semangat pak Rangga.”

Akun lainnya, Garry Roach Sanderson yang menulis, “Om katanya anggota NATO yah ? Mana tank sama pesawat tempur nya yg punya Sunda empayer ?”

Pria yang disebut-sebut sebagai petinggi Sunda Empire ternyata berasal dari Brebes. Kerabat bicara soal sosok Raden Rangga yang diketahuinya.

“Orangnya jarang pulang. Terakhir ketemu sekitar seminggu lalu. Di rumah hanya kumpul-kumpul sama teman-temannya, habis itu pergi lagi,” kata salah seorang kerabat yang juga tinggal bersebelahan dengan rumah Raden Rangga, Susi (32) membuka percakapan dengan wartawan, di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Minggu (19/1/2020).

Susi membenarkan Rangga dan keluarganya tinggal di rumah bercat putih itu. Dia juga mengaku beberapa kali menyaksikan Rangga sering mengenakan seragam loreng layaknya serdadu lengkap dengan aksesorisnya. Pakaian doreng (loreng) seperti tentara,” sambung dia.

Tetangga Rangga yang lain, Lilis (48) mengaku sering melihat Raden Rangga menggelar pertemuan dengan sejumlah orang di rumahnya.  “Kalau tidak siang ya malam. Banyak yang datang dan kumpul-kumpul di situ. Setelah melakukan pertemuan pergi lagi,” tutur Lilis.

Sejarawan Anhar Gonggong menilai fenomena klaim kerajaan baru seperti Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung sebagai sebuah kegilaan. Anhar mendukung langkah pihak berwenang untuk menangkap orang-orang yang mengaku sebagai penguasa kerajaan.

“Orang gila semua itu, mana ada dalam konteks waktu sekarang ada gitu-gituan. Enggak ada. Kita sudah merdeka dan bentuk negara kita jelas, republik,” tuturnya, kemarin.

Anhar menilai eksistensi kerajaan-kerajaan di luar Yogyakarta hanya untuk perorangan. “Satu-satunya yang diakui hanya satu, Yogyakarta. Yang lain tidak diakui,” jelasnya.

“Harus ditangkap itu. Saya senang sudah ditangkap yang Jawa Tengah. Itu penipuan. Nah, tinggal Sunda Empire, itu juga harus ditangkap. Itu melanggar negara, Undang-undang dasar,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *