Pertemuan Jokowi dan Antasari , Apa Yang di Bahas ?

Channel24indo – Presiden Joko Widodo merencanakan akan berjumpa dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar hari ini di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan ini atas gagasan Antasari.

” Permintaan untuk berjumpa Presiden telah di ajukan oleh Pak Antasari mulai sejak lama lewat Menteri Sekretaris Negara dan baru sore hari ini Presiden bisa menerima Antasari, ” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi di Jakarta, Kamis (26/1).

Presiden Jokowi pada 16 Januari 2017 telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) yang mengabulkan permintaan grasi atau pengampunan Antasari yang memuat pengurangan masa hukuman pidana dari 18 tahun menjadi 12 tahun. Keppres itu telah di sampaikan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 23 Januari 2017.

Antasari di vonis 18 tahun penjara atas pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnaen pada 2009. Ia meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang mulai Februari 2010.

Antasari telah menjalani kurungan fisik selama 7,5 tahun. Selama di bui Antasari memperoleh total remisi 4,5 tahun. Sehingga, masa pidana yang telah dijalani adalah 12 tahun.

Dengan pemberian grasi, Antasari yang mulai sejak 10 November 2016 menjalani masa bebas bersyarat, berstatus mantan narapidana.

Pengacara Antasari, Boyamin Saiman menyebutkan tidak menemani pertemuan klien nya dengan Presiden.

” Pak Antasari Azhar akan menyampaikan terima kasih sudah memperoleh grasi, untuk pembicaraan yang lain mohon di tunggu keterangan langsung nanti sesaat dan setelah pertemuan, ” kata Boyamin melalui pesan singkat.

Gagasannya Antasari bakal menempuh jalur hukum mengajukan peninjauan kembali atau PK ke Mahkamah Agung, walau sudah memperoleh grasi.

Dalam mengajukan PK yang akan datang, kuasa hukum bakal membongkar pesan singkat perihal kasus pembunuhan yang menjerat Antasari. Sekarang ini tim Antasari telah menghubungi pakar teknologi informasi (IT) dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain bukti rekaman, kuasa hukum bakal berusaha menunjukkan ketidakterlibatan Antasari melalui pakaian Nasrudin waktu penembakan, tenaga medis yang menjaga korban dan kesaksian palsu terkait pesan singkat antara korban dan Antasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *