Perintah Eksekutif Donald Trump Terhadap “Ancaman Teroris Islam Radikal”

Channel24indo – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah mengumumkan beberapa langkah baru untuk ” mengamankan Amerika Serikat terhadap ancaman teroris Islam radikal dari luar “.

Trump sudah menandatangani perintah eksekutif yang diantaranya melarang hadirnya pengungsi Suriah ke AS sampai ada pemberitahuan selanjutnya.

Dia juga mengambil keputusan untuk membatasi jumlah pengungsi sebesar 50.000 jiwa kurang dari separoh seperti bila dibanding ketetapan Presiden AS terlebih dulu, Barack Obama.

Dalam wawancara TV yang ditayangkan Jumat waktu setempat, Presiden Trump bakal memberi prioritas pada warga Suriah beragama Kristen yang ajukan permintaan untuk memperoleh status pengungsi di masa depan.

Trump menandatangani perintah eksekutif di Kantor Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon, sesudah dirinya melantik Menteri Pertahanan AS yang baru, Jenderal James Mattis.

“Ancaman Teroris Islam Radikal”

Dalam upacara itu, Trump menyampaikan : ” Saya bangun beberapa langkah pemeriksaan baru untuk melindungi AS atas ancaman teroris Islam radikal dari luar. Kami cuma ingin memasukkan beberapa orang kedalam negara kita yang bakal mendukung negara kita serta menyukai warganya… ”

Naskah perintah eksekutif ini dirilis beberapa jam sesudah di tandatangani oleh Trump. Berikut beberapa isi dari naskah itu :

– Menghentikan sementara program penerimaan pengungsi selama 120 hari.
– Melarang menerima pengungsi dari Suriah sampai ada ” perubahan penting ” yang bakal di buat pemerintah.
– Menghentikan sementara selama 90 hari kedatangan orang-orang dari Irak, Suriah, serta negara-negara yang dianggap ” menjadi perhatian khusus “.
– Memprioritaskan pengajuan status pengungsi dengan latar belakang penganiayaan agama, intinya beberapa orang yang menganut agama minoritas di negara asalnya.
– Membatasi jumlah pengungsi sebesar 50.000 pada tahun 2017 – kurang dari setengah seperti yang digariskan Barack Obama, Presiden AS sebelumnya.

Akan tetapi, naskah baru itu tidak mencantumkan gagasan pembentukan ” zona aman ” di Suriah, seperti yang terlihat dalam draf awal.

Dikritik oleh Kamala dan Zuckerburg

Dalam perintah eksekutif itu, semua program terkait pengungsi atau migran mesti meliputi pertanyaan mengenai ” seberapa besar kehadiran mereka berkontribusi positif terhadap masyarakat AS. ”

Presiden Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang mempunyai tujuan membangun kembali sarana dan prasarana militer AS dengan ” meningkatkan gagasan untuk pembuatan pesawat baru, kapal baru, sumber daya baru, dan alat-alat baru “.

Bagaimanapun, perintah eksekutif yang sudah di tandatangani oleh Presiden Trump, memperoleh kritik pedas dari beberapa politisi Partai Demokrat.

Senator dari Partai Demokrat, Kamala Harris menulis kalau perintah eksekutif – yang di tandatangani bertepatan dengan Holocaust Memorial Day – sebagai larangan kehadiran umat Islam untuk tinggal di AS. ” Jangan membuat kesalahan – ini adalah larangan untuk umat Muslim, ” tulisnya.

Sejauh ini, ” Kami sudah buka pintu untuk orang-orang yang melarikan diri dari praktik kekerasan serta penindasan selama beberapa puluh tahun, ”

” Sepanjang Holocaust, kita tidak berhasil membiarkan pengungsi seperti Anne Frank untuk menyelamatkan diri ke negara kita. Kita tidak dapat membiarkan sejarah terulang, ” tuturnya.

Malala Yousafzai, perempuan muda peraih Nobel Perdamaian, menulis kalau dirinya ” sangat sedih “.

” Hari ini Presiden Trump sudah tutup pintu untuk anak-anak, ibu-ibu serta beberapa ayah yang melarikan diri dari kekerasan dan perang, ” tuturnya.

Fakta ini, menurut dia, tidak sama dengan sejarah AS yang dengan bangga menyambut beberapa pengungsi dan imigran. ” Yakni orang-orang yang membantu bangun negara Anda, siap bekerja keras untuk keadilan dan kehidupan baru, ” imbuhnya.

Pendiri Facebook Mark Zuckerburg juga menyampaikan dirinya ” memprihatinkan ” isi perintah eksekutif presiden tersebut . Dia menulis kalau dirinya, seperti kebanyakan orang Amerika, yaitu keturunan imigran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *