Penembakan di Kasino Filipina bukan Serangan Teror

Penembakan di Kasino Filipina bukan “Serangan Teror”

Channel24indo – Polisi Filipina telah menguasai kembali keadaan di sebuah pusat pertokoan di ibu kota Manila setelah mendapatkan serangan dari seorang pria bersenjata yang memakai topeng.

Satuan khusus polisi dikerahkan ke Resorts World Manila dan gambar yang disiarkan TV memperlihatkan beberapa tamu meninggalkan tempat itu dengan panik.

Kepala Kepolisian Filipina, Ronald dela Rosa, mengatakan mereka meyakini tindakan pada Jumat (02/06) pukul 01.30 subuh waktu setempat itu bukanlah sebagai serangan teror.

Penembakan di Kasino Filipina bukan Serangan Teror” Kami tidak dapat mengatakannya sebagai tindakan teror. Dia (pria bersenjata) tidak melukai seorangpun, Bila Anda teroris maka Anda bakal menyebar teror, ” tuturnya.

Dela Rosa menerangkan kalau pria bersenjata itu memasuki kasino di Resorts World Manila serta menyebabkan sebagian meja judi terbakar tetapi tidak mengarahkan tembakan ke arah orang.

Laporan-laporan awal dari Filipina mengatakan terjadi ledakan serta tembak-menembak sementara sebagian saksi mata menyampaikan ada sekumpulan pria bersenjata yang kenakan topeng dan pakaian hitam yang melepas tembakan pada beberapa tamu di Resorts World Manila.

Penembakan di Kasino Filipina bukan Serangan Teror

Resorts World Manila -sebuah kompleks pertokoan yang juga memiliki hotel, kasino, serta bioskop- sempat menulis pesan di Twitter kalau mereka sedang tutup menyusul laporan-laporan tembakan senjata api dari sekumpulan pria yg tidak di kenal. ”

” Perusahaan bekerja sama erat dengan Kepolisian Nasional Filipina untuk menjamin semua tamu serta karyawan aman. Kami meminta doa Anda, ada beberapa masa sulit saat ini ”

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan di Twitter pada warganya supaya menghindari lokasi Resorts World Manila di dekat bandara internasional Manila. ”

Penembakan di Kasino Filipina bukan Serangan Teror

Insiden ini berlangsung saat tentara Filipina memperlancar operasi menghadapi kelompok militan Islam yang memiliki kaitan dengan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di kota Marawi, Pulau Mindanao, Filipina selatan.

Minggu lalu, Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan keadaan darurat di lokasi selatan Filipina untuk memberantas yang disebutnya sebagai meningkatkan ancaman ISIS disana.

Penembakan di Kasino Filipina bukan Serangan Teror

Langkah itu di ambil sesudah kelompok militan menyerang Marawi, Selasa (23/05), dan sedikitnya 19 warga sipil tewas dalam pertempuran antara tentara dan grup militan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *