Pemuda yang Mengancam Jokowi Dijerat UU ITE

Pemuda yang Mengancam Jokowi Dijerat UU ITE

Channel24indo –  Pemuda pengancam Presiden RI Joko Widodo di jejaring sosial berinisial RJT dengan sebutan lain S (16) diputuskan jadi tersangka pengancaman lewat dunia maya. Dia dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE).

” Yang berkaitan kita gunakan pasal 27 ayat 4 Juncto Pasal 45 UU nomor 19 tahun 2006 tentang UU ITE, ancamannya enam tahun, ” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/5).

Walau sudah dijerat dengan UU ITE, S tidak ditahan. Sekarang ini S tengah dititipkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur.

Penitipan S di panti sosial itu merujuk pada Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Sistem Peradilan Anak. Dalam pasal itu diatur bila anak juga akan ditahan bila memperoleh hukuman pidana selama tujuh tahun.

” Ditempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan permasalahan hukum, ” katanya

Argo menerangkan penetapan tersangka pada S dilakukan setelah dilakukan
pemeriksaan selama 1×24 jam.

Sebanyak lima teman S yang diduga ikut serta dalam pembuatan video itu juga sudah diperiksa oleh polisi.

Argo menyebutkan belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan itu.

” Selanjutnya terkait dengan beberapa rekannya yang telah kita lakukan interogasi kemarin tapi saat ini tetap dalam pendalaman, belum juga selesai dan kami belum juga mendapatkan hasil selanjutnya, ” katanya.

Dalam rekaman video yang di ambil dengan camera hp itu tampak S bicara dengan memegang serta menunjuk foto Jokowi.

S berkata, ” Gue tembak kepalanya, gue pasung. Ini kacung gue ternyata. Jokowi gila, gue bakar rumahnya. Presiden gue tantang lu, cari gue 24 jam, lu gak temuin gue, gue yang menang. ”

Namun, terdengar sedikit nada tawa dibalik pengambil video itu. Waktu mengatakan hujatannya pada Jokowi, S juga kadang-kadang tersenyum serta seakan menahan tawa waktu menyampaikan kalimat-kalimat itu.

Pembuatan video itu juga di ketahui dilakukan di sekolah tempat S menuntut pendidikan. Video itu di buat pada Bulan Maret 2018.

S serta orangtuanya juga sudah mengklarifikasi video itu serta memohon maaf pada Jokowi serta masyarakat. S beralasan video itu cuma gurauan.

BACA JUGA : DPR Akui Tidak Ada Fraksi yang Menghambat RUU Terorisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *