Pasien RSJ Kena Bogem Karena Melarikan Diri Dari RSJ

Seorang yang memiliki kebutuhan khusus atau mengalami gangguan kejiwaan seharusnya juga diperlakukan dengan semestinya.

Namun di Indonesia masih banyak yang belum bisa memanusiakan orang yang mengalami gangguan mental.

Sebuah video yang merekam seorang pria diduga pasien dipukul petugas security saat akan diamankan di sebuah trotoar viral di media sosial.

Salah satunya diposting di akun facebook @BERITA396

Dalam caption postingan tersebut disebutkan bahwa lantaran diduga tidak bisa membayar tagihan, pasien pria tersebut kabur dari rumah sakit dan alami kekerasan dari petugas security.

Dituliskan pula bahwa lokasi kejadian itu ada di kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Adapun di bawah caption tertulis bahwa video tersebut diambil dari seseorang bernama Yusuf Neo Pamungkas.

Dalam potongan video tersebut terlihat pasien pria yang mengenakan kaus hijau dan celana biru yang diduga pasien gangguan jiwa tengah duduk di bangku taman dan diamankan oleh seorang berpakaian security.

Tangan kanan security tersebut memegangi kerah pasien sembari berkomunikasi menggunakan handy talkie yang dipegang di tangan kirinya.

Tak lama kemudian, datang lagi dua orang security lain yang berboncengan sepeda motor.

Saat turun dari motornya, seorang security berpakaian batik terlihat memukul pasien tersebut.

Namun sayang tak terekam insiden apa yang menjadi penyebab security memukul pasien tersebut.

Setelah itu, pasien pria tersebut dibawa menggunakan sepeda motor.

Sebelum motor melaju, pasien yang diapit oleh kedua security sempat kembali dipukul.

TribunJakarta.com pun berusaha mengkonfirmasi kejadian tersebut ke pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan terkait kejadian yang ada di video tersebut.

Direktur Utama RSJ Dr. Soeharto Heerdjan, Laurentius Panggabean membenarkan bahwa yang terekam dalam video itu adalah petugas security dan pasien RSJ.

Namun, ia membantah terkait kronologi yang beredar dalam video tersebut.

“Enggak benar itu (karena tak mampu bayar). Kalau pun mereka (pasien) orang tidak mampu, mereka akan kami bantu dan ditanggung rumah sakit,” kata Laurentius saat dikonfirmasi di rumah sakit tersebut di Jalan Prof Dr Latumenten, Selasa (10/12/2019).(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *