Massa Bawa Spanduk Bernada Politik dalam Aksi 112

Channel24indo –  Massa yang akan menghadiri dzikir serta tausiah di Masjid Istiqlal, Jakarta, mengusung spanduk bernada politik, walaupun Kapolri Tito Karnavian sudah mengingatkan supaya acara itu ” dijauhkan dari warna politik “.

Seperti yang dilaporkan, Massa berbaju koko serta berpeci putih beriringan menuju Masjid Istiqlal. Mereka memarkir kendaraan di lokasi Gambir karena daerah Masjid Istiqlal sudah penuh oleh massa yang lebih dahulu tiba sejak Sabtu (11/02) dini hari.

Seraya berjalan ke masjid, mereka mengusung spanduk hijau dengan aksara putih berbunyi, ‘Fatwa MUI Tahun 2009, Wajib Pilih Pemimpin Muslim’.

Bobby, warga Jakarta yang ikut memegang spanduk itu mengakui dia serta rekan-rekannya akan menghadiri dzikir serta tausiah di Masjid Istiqlal.

” Akan tetapi, imbauan Kapolri untuk tidak berpolitik, tidak bisa. Ini hak kami. Anak kecil saja tahu ini aktivitas politik, ” kata pria berumur 50 tahun itu.

Sehari sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta FPI, FUI serta Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI tidak memanfaatkan acara doa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (11/02) untuk aktivitas politik.

Tito Karnavian mempertegas, ” (Masjid Istiqlal) bukanlah untuk aktivitas politik meskipun dengan bungkus keagamaan. ”

Dia juga mengingatkan supaya acara di dalam masjid Istiqlal ” tolong dijauhkan dari warna politik “.

” Dan, bila itu dijalankan, Polri di dukung oleh TNI bakal bertindak tegas, ” kata Tito seraya menyebutkan aturan hukumnya.

Hindari provokasi

Awal mulanya tindakan 112 akan di gelar di Lapangan Monas, Jakarta. Tetapi, bentuk acara dirubah jadi dzikir serta tausiah sesudah Ketua FPI Rizieq Shihab serta pemimpin GNPF-MUI berjumpa dengan Menkopolhukam Wiranto pada Kamis (09/02).

” Mengingat suhu politik mendekati pilkada di DKI Jakarta ini semakin memanas, lalu ada beberapa gerakan yang kami khawatir menjadi provokasi yang tidak sehat yang dapat menyebabkan kaos atau kerusuhan serta lain sebagainya, lantaran kita ketahui juga pada hari itu kebetulan ada dua paslon yang bakal melakukan kampanye terakhir, bakal mengerahkan massa yang cukup besar.

” Jadi kami tidak ingin terjerat dalam kampanye yang sedang dilakukan, ” kata Rizieq Shihab.

Sampai berita ini di turunkan, massa masih tetap ada di Masjid Istiqlal, Jakarta. Mereka sudah ada di masjid itu mulai sejak dini hari untuk salat subuh berjamaah, lalu berdzikir serta mengikuti tausiah yang diberikan sejumlah ulama.

Aktivitas ini juga di hadiri oleh calon Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono dan pasangan calon Gubernur DKI serta calon Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *