Masa Sulit Berujung Trauma Fisik dan Batin Bagi Chelsea

Kegagalan Kedua Selama Liga Premier Frank Lampard mengaku Chelsea gagal menang melawan Leicester City karena anak-anak asuhnya dilanda rasa lelah.

Chelsea menjamu Leicester di matchday kedua Premier League di Stamford Bridge. The Blues awalnya sempat unggul lebih dahulu melalui aksi Mason Mount.

Akan tetapi Chelsea gagal mempertahankan keunggulannya. Wilfred Ndidi berhasil menjebol gawang The Blues pada babak kedua.

Pertandingan pun berakhir imbang 1-1. Ini adalah hasil negatif kedua bagi Chelsea di musim ini. Sebelumnya mereka dipermak 4-0 oleh Manchester United di matchday pertama.

Sebelum melawan Leicester, skuat Chelsea berhadapan dengan Liverpool di UEFA Super Cup. Pertandingan itu dihelat pada hari Rabu (14/08/2019) waktu setempat.

Kelelahan Melawan Liverpool

Saat itu kedua tim bermain imbang di waktu normal. Laga juga tetap berakhir seri di babak tambahan. Chelsea akhirnya kalah via adu penalti.

Lampard pun mengungkapkan bahwa laga melawan Liverpool itu memang benar-benar menguras energi anak-anak asuhnya. Maka dari itulah mereka gagal mempertahankan keunggulannya dan terus ditekan oleh Leicester khususnya di babak kedua.

Fokus Perjuangan Lampard

Lampard berada dalam situasi sulit saat ini. Sebab ia menjadi manajer kala Chelsea dilarang membeli pemain oleh FIFA selama dua periode bursa transfer.

Chelsea juga baru ditinggalkan oleh Eden Hazard. Namun demikian Lampard tak mau menjadikan dua hal itu sebagai alasan atas hasil buruk timnya sejauh ini.

“Kami tahu bahwa dalam keadaan ada beberapa elemen sulit untuk tahun ini. Kami tidak bisa membawa pemain, saya tidak bisa membawa pemain untuk membantu mencoba dan mendorong cara saya berpikir. Dan kami kehilangan Eden, seseorang yang sangat penting untuk klub ini,” ujarnya.

“Jadi saya pikir semua orang mengerti akan hal itu, dan akan bersabar, tetapi sekali lagi saya tidak ingin menggunakannya sebagai alasan, karena kami bisa lebih baik daripada kami selama 60 menit hari ini, dan kami pasti akan melakukannya,” tegas Lampard.

Senjata Baru Chelsea Jatuh Ketangan Pemain Muda Mason Mount

Mason Mount terpilih menjadi Man of the Match untuk pertandingan antara Chelsea vs Leicester City di Stamford Bridge, Minggu (18/08/2019).

Chelsea menjamu Leicester di matchday kedua Premier League. The Blues saat itu tampil apik di awal pertandingan.

Sejumlah ancaman dilepas ke pertahanan Leicester. Mereka akhirnya bisa unggul lebih dahulu melalui tendangan Mount pada menit ketujuh.

Golnya tercipta berkat kejeliannya melihat kelengahan Ndidi. Ia menyelinap dari belakang untuk mencuri bola darinya dan kemudian menaklukkan Kasper Schmeichel dengan tendangan keras mendatat.

Mount juga melepas lima tendangan ke gawang Leicester (tiga tepat sasaran). Jumlah itu paling banyak dari pemain Chelsea lainnya.

Ia juga sukses melepas lima crossing di laga ini. Paling banyak dari semua pengawa Chelsea, meski hanya satu saja yang sukses mengenai sasaran.

Mount pun juga giat membantu timnya saat bertahan. Ia mencatatkan tiga tekel di sepanjang laga, sama dengan jumlah yang didapat N’Golo Kante dan hanya kalah dari catatan milik Emerson Palmieri.

Mount baru lulus dari akademi Chelsea pada tahun 2017 lalu. Ia sempat dipinjamkan ke Vitesse dan Derby County sebelum akhirnya dipercaya Frank Lampard untuk masuk skuat utama The Blues musim ini.

Pemilihan Mount saat Chelsea dikalahkan Manchester United 4-0 pada pekan pertama lalu sempat dikritik oleh Jose Mourinho. Akan tetapi Mount tak minder atau terganggu dengan komentar eks bos The Blues itu.

Ia menjawabnya dengan performa impresif di laga ini. Ia pun menunjukkan bahwa Lampard memang tak salah untuk mempercayainya bermain di skuat utama Chelsea.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *