Langkah Langkah dalam Melakukan CPR

Langkah Langkah dalam Melakukan CPR

Channel24indo – Tidak dipungkiri, kondisi kritis darurat bisa berlangsung kapan juga, dimana saja, serta pada siapapun. Korban yang berjatuhan juga mungkin saja tidak cuma luka-luka saja. Korban yang berjatuhan juga mungkin saja terjadi karna ada serangan jantung mendadak karna efek suara ledakan bom yang keras. Untuk itu kita perlu mempelajari langkah langkah dalam melakukan CPR

Saat hadapi kondisi dimana korban mengalami henti jantung mendadak, Anda dapat memberi rangkaian pertolongan untuk menyelamatkan nyawa mereka.

Pertolongan pertama yang cepat, terutama pemakaian teknik resusitasi jantung paru (CPR) merupakan faktor utama untuk tingkatkan kesempatan bertahan hidup serta pemulihan. Dokter spesialis jantung Jetty R. H. Sedyawan mengungkap kalau dalam CPR di kenal tentang masa emas, yakni tiga menit pertama sesudah terjadinya henti jantung mendadak.

Berarti bila CPR dikerjakan dalam rentang waktu itu, korban mungkin saja juga akan bertahan hidup serta tidak mengalami kerusakan otak. Hanya saja saat masa emas ini lewat, maka resiko rusaknya otak juga akan makin tinggi.

“Jendela waktu kecil ini memastikan peluang hidup korban serta tiap-tiap detiknya begitu bernilai, ” ucap Jetty waktu pelatihan CPR.

Aksi pertolongan pertama yang tepat bisa menunda implikasi yang lebih buruk pada korban. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda ketahui dasar dasar pertolongan pertama dengan langkah langkah melakukan CPR.

1. Sebelum membantu korban, pastikan sekitar lingkungan aman untuk Anda ataupun orang lain. Jangan dekati korban apabila melihat bahaya, seperti kabel listrik yang menjuntai, percikan api, longsoran batu, serta yang lain.

2. Cek tanggapan atau kesadaran korban. Bila tingkat kesadaran korban alami penurunan, tepuklah bahunya. Bila korban masih tetap tidak merespons, mintalah pertolongan orang sekitar untuk menelepon ambulans, mengambilkan kotak P3K, serta alat Automated External Defibrillator (AED).

3. Sambil menanti bantuan, teruskan dengan mengecek napas korban selama 5-10 detik. Bila tidak bernapas segera lalukan resusitasi jantung serta paru atau CPR dengan kompresi dada. Supaya kompresi dada efisien, korban mesti dalam posisi terlentang pada permukaan yang rata serta keras.

4. Beri 30 kali kompresi dada pada pertengahan dada (pertengahan sisi bawah tulang sternum), dengan kecepatan minimum 100-120 kali per menit.

5. Sesudah memberi 30 kali kompresi dada, buka jalan napas dengan cara head tilt – chin lift. Langkahnya tempatkan tangan di dahi korban serta tengadahkan kepala korban. Tempatkan ujung jari dibawah dagu, serta angkat dagu korban. Pastikan tidak ada sisa makanan sekitar ruang mulut.

6. Beri dua kali bantuan napas. Tutup hidung dengan ibu jari serta telunjuk. Tiup kurang lebih 1 detik untuk buat dada terangkat, lalu teruskan dengan tiupan selanjutnya.

7. Teruskan 30 kali kompresi dada serta 2 kali bantuan napas dalam 2 menit atau sekitaran 5 kali pengulangan. Setiap 2 menit, lakukan pengecekan napas kembali.

8. CPR baru dapat dihentikan waktu korban memberi respon (kebanyakan terbatuk) atau mulai bernapas kembali, waktu penolong tidak dapat lagi memberi pertolongan, saat tim medis telah datang, atau telah ada keputusan dari dokter.

9. Bila korban mulai bernapas sesudah diberi CPR, jalankan posisi pemulihan. Tarik lengan terjauh korban melalui dada, serta punggung tangannya melekat pada pipi. Dengan tangan satunya, tekuk lutut kaki bagian paling jauh korban.

Balikkan atau miringkan korban ke arah penolong. Biarlah lutut kaki yang sudah ditekuk tetap dalam tempat demikian. Tengadahkan kepala korban untuk menjaga jalan napas. Awasi kondisi korban hingga pertolongan medis tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *