KPK Kecewa terhadap Keputusan Praperadilan Setnov

KPK Kecewa terhadap Keputusan Praperadilan Setnov

Channel24indo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kekecewaannya atas putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengenai penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

Dalam putusannya, hakim PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar menjadi pemenang gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto, serta menyebutkan penetapan tersangka Setnov tidak sah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, pimpinan serta tim Biro Hukum KPK sudah mengkaji putusan PN Jakarta Selatan itu.

” KPK kecewa dengan putusan praperadilan ini karna seluruh bukti yang relevan, baik yang sifatnya formil ataupun sifatnya materil bahkan juga ada rekaman yang kita juga minta diperdengarkan ditolak untuk diperdengarkan oleh hakim, ” kata Febri pada wartawan.

Meski sekian, Febri menyebutkan, KPK tetap menghormati putusan tersebut .

” Ada banyak catatan yang sesungguhnya bisa kita lihat proses praperadilan ini. Tetapi sebagai institusi penegak hukum KPK harus hormati produk dari institusi peradilan. Jadi sikap itu kita ambil, kita hormati produk dari peradilan itu, ” tutur Febri

Disebutkan Febri, terkait pertimbangan hakim Cepi yang menilai KPK tidak mempunyai bukti permulaan yang cukup waktu mengambil keputusan Setya Novanto jadi tersangka, KPK membantahnya.

” Sesungguhnya kita telah jelaskan, bahkan juga mulai sejak dalam proses penyelidikan sebelum penyelidikan Irman serta Sugiarto telah ada paling tidak tiga bukti yang kita punyai, juga sebagian dokumen serta surat-surat dan info dari pakar, ” kata Febri.

Berarti, menurut Febri bukti itu cukup untuk mengambil keputusan Novanto jadi tersangka. ” Mulai dari penyelidikan serta penyidikan dari pihak-pihak lain terlebih sistem persidangan. Namun apa pun itu secara institusional kita menghormati, ” kata dia.

Menurut Febri, dalam sidang praperadilan itu, biro hukum KPK pernah meminta hakim untuk memutar rekaman peercakapan telepon yang menyebutkan beberapa dugaan keterlibatan Novanto dalam pengadaan proyek e-KTP. Tetapi, hakim Cepi menolak rekaman tersebut diputar, karna melanggar asa praduga tidak bersalah, apabila dalam rekaman itu menyebutkan nama pemohon praperadilan, dalam hal ini Novanto.

” Bahkan juga KPK mempunyai bukti yang lebih banyak di banding yang kita berikan di praperadilan. Apakah itu selanjutnya dipandang tidak cukup oleh hakim praperadilan. Itu pasti salah satunya poin yang kita amati, ” kata dia.

Febri menambahkan, KPK mempunyai bukti-bukti korupsi proyek pengadaan e-KTP mulai sejak proses penyelidikan sekitar 2013 lalu .

” Proses penyidikan itu pasti untuk proses korupsi elektronik secara keseluruhan, ” kata dia.

Selanjutnya, Febri menyatakan, KPK juga akan mengulas beberapa poin sebagai catatan dalam sistem sidang praperadilan Setya Novanto.

” Kami juga akan kaji lebih lanjut serta hal itu tidak akan merubah putusan yang telah dijatuhkan, ” kata Febri.

Baca juga : Aksi Fadli Zon surati KPK dinilai buat malu DPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *