Korban di Marawi diikat dan ditembak dikepala

Korban di Marawi diikat dan ditembak dikepala

Channel24indo – Tidak kurang dari 19 warga sipil jadi korban baku tempak antara tentara pemerintah Filipina dan kelompok militan Islam di Marawi, Filipina selatan, kata para pejabat militer.

Jenazah mereka ditemukan oleh tentara yang bergerak masuk ke kota pada akhir pekan. Mereka mau merebut kembali kota setelah dikuasai oleh kelompok militan.

Delapan korban dari warga sipil ditemukan di jurang di pinggiran, tangan mereka diikat dan ada luka tembak pada bagian kepala.

Mereka diyakini sebagai tukang kayu yang bersama sejumlah warga lainnya meninggalkan kota untuk menyelamatkan diri pada hari Sabtu (27/05), namun dihentikan oleh kelompok militan.

Mereka diperkirakan ditembak karna tidak dapat membaca ayat Alquran.

Sebagian besar warga telah meninggalkan kota, tetapi sebagian pejabat setempat menyampaikan masih tetap ada sekitar 2.000 orang yang masih tetap terjebak pertempuran.

Beberapa warga yang terjebak di Marawi ini menelepon atau mengirim SMS mendesak militer Filipina untuk tidak melancarkan serangan udara, kata pejabat provinsi, Zia Alonto Adiong.

” Sebagian di antaranya tidak mempunyai makanan sama sekali. Mereka begitu takut, mereka merasa nyawanya terancam, ” kata Adiong pada kantor berita Reuters.

Kurang lebih 60 milisi dan 15 tentara tewas mulai sejak pertempuran hari Sabtu, kata militer Filipina.

Sebelumnya, juru bicara militer menyampaikan sebagian milisi asal Indonesia dan Malaysia tewas sejak mulai pertempuran hari Selasa.

Minggu lalu kelompok militan merebut satu sekolah, rumah sakit, serta katedral. Muncul laporan mereka menjadikan sebagian pemuluk Kristen sebagai sandera.

Korban di Marawi diikat dan ditembak dikepala

Pertempuran dipicu oleh militer yang berupaya menangkap Isnilon Hapilon, yang dipercaya sebagai pemimpin utama kelompok ISIS di Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *