Konflik Warga dan Satpol PP Pada Eksekusi Penggusuran Rumah Deret Tamansari Bandung

Sejumlah personel Satpol PP Kota Bandung mengeksekusi lahan gusuran di Tamansari, Bandung. Namun penggusuran itu mendapat hadangan warga.

Pantauan Berita396di lapangan pada Kamis (12/12/2019) siang, ratusan personel Satpol PP Kota Bandung mendatangi area yang akan dijadikan proyek rumah deret (rudet) itu. Namun kedatangan Satpol PP dihadang warga.

Warga menutup akses masuk ke area RW 11 Tamansari itu. Sempat terjadi dialog antara warga dan petugas Satpol PP.

“Pak, saya sudah puluhan tahun di sini. Saya tahu ini memang milik negara, tapi bukan punya Pemkot dan bukan punya kita. Namun kita sudah puluhan tahun di sini. Bayangkan Bapak di sini sudah puluhan tahun,” ucap salah seorang warga.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswendi menanggapi dialog warga itu. Idris mengatakan pihak Pemkot sudah memberikan kelonggaran waktu kepada warga.

“Kami sudah bayangkan masalah itu, kami pikirkan, kami pemerintah sifatnya regulasi. Sudah kami pikirkan dan (Bapak-Ibu) diberi ruang longgar, tapi Bapak-Ibu tak memanfaatkan dengan baik dan benar,” kata Idris.

Idris menjelaskan, dari 197 warga Tamansari, sebagian besar mereka sudah pindah ke Rusunawa Rancacili. Hanya tersisa 11 warga yang masih bertahan.

“Sebanyak 127 itu sudah pindah. Sementara itu, hanya segelintir, hanya 11 warga, 4 orang PTUN mengorbankan kepentingan yang banyak,” kata Idris.

Dialog tersebut tak membuahkan hasil. Petugas Satpol PP Kota Bandung lantas masuk ke area permukiman warga. Ketika mereka masuk, warga yang masih bertahan terus berteriak menolak proses eksekusi.

“Saya tidak akan pergi sampai kapan pun. Kalian nggak punya hati,” kata salah seorang perempuan.

Proses eksekusi masih berlangsung. Petugas Satpol PP dibantu pihak kepolisian sudah berada di area permukiman warga.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *