Keluarga Penghina Walikota Surabaya Menunggu Pintu Maaf dari Risma

Daru Asmara Jaya, suami Zikria tersangka penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini datang ke Polrestabes Surabaya. Kedatangan Daru untuk menjenguk istrinya.

Daru juga mengajak serta putrinya yang nomor tiga, yang baru berusia 2 tahun.

Daru mengaku ikut satu pesawat mendampingi istrinya saat polisi menangkapnya dari Bogor hingga ke Surabaya. Selama di Surabaya, Daru menginap di rumah pengacaranya di Jalan Legundi.

Kepada media, Daru mengatakan apa yang dilakukan oleh istrinya merupakan kesalahan. Untuk itu ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Surabaya khususnya kepada Risma.

“Ya apapun itu tetap salah. Tapi yang perlu ini kan permintaan maaf ke Bu Risma khususnya dan masyarakat Surabaya secara umumnya,” ujar Daru kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Selasa (4/2/2020).

“Jadi, apapun alasan atau argumen dari istri saya, tetap salah. Kami salah,” kata Daru.

Daru sangat berharap permintaan maaf yang disampaikan baik istrinya maupun keluarganya mau didengar dan diterima oleh Risma.

“Jadi harapan kami ya Bu Risma bisa menerima permohonan maaf istri saya khususnya maupun keluarganya,” harap Daru.

Seperti yang diketahui bahwa Netizen penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bernama Zikria adalah ibu rumah tangga asal Bogor Perempuan 43 tahun itu berkali-kali meminta maaf.

Pada kesempatan terakhir sebelum di penjara, Zikria mengenakan baju tahanan dengan masker yang menutupi mukanya saat dihadapkan kepada media. Zikria lebih banyak menunduk dan terdiam sebelum akhirnya diberikan kesempatan untuk bicara.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya selaku Zikria sangat sangat sangat menyesali apa yang telah saya lakukan ini. Karena pada dasarnya saya tidak punya berniat untuk menghina Bunda Risma.

Hanya karena dunia maya lah yang membuat saya terpicu. Penghinaan satu sama lain yang dituju pada saya bermain di media sosial itu.

Tapi saya berusaha berusaha menunjukan siapa diri saya tidak seperti apa yang masyarakat Surabaya pikirkan.

Saya cuma ibu rumah tangga biasa sampai saya ketakutan, anak anak saya diteror, anak-anak saya diancam, saya sendiri di-bully, ini cukup jadi pelajaran bagi saya. Terlebih lagi kepada Bunda Risma.

Saya tidak kenal dengan Ibu Risma. Saya mohon maaf bunda. Saya mohon maaf. Tolong maafkan saya atas kelakuan apa yang saya sudah perbuat,” ujar Zikria dalam permintaan maafnya di hadapan media di Polrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan motif yang melatarbelakangi penghinaan terhadap Risma adalah sakit hati. Zikria sakit hati karena Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) sering dibully dan dibanding-bandingankan dengan Risma.

“Motifnya pelaku sakit hari karena Anies (Gubernur DKI Jakarta) sering di-bully,” ujar Sudamiran.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *