Kapitra Mau Polisikan SBY, tapi Batal karena Saran Megawati

Kapitra Mau Polisikan SBY, tapi Batal karena Saran Megawati

Channel24indo – Caleg PDIP, Kapitra Ampera, sedianya akan melaporkan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Polda Riau. Namun niat itu dia urungkan lantaran mendapat saran dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Saya sudah di Polda Riau, tadi saya kan ingin melaporkan SBY. Tapi kata Ketum, kita bagaimanapun harus menghormati SBY sebagai mantan presiden, kita investigasi dulu,” ujar Kapitra saat berbincang dengan wartawan, Minggu (16/12/2018).

Kapitra sedianya akan melaporkan SBY soal dugaan bahwa presiden ke-6 RI itu menuding PDIP di balik perusakan bendera Partai Demokrat. Namun Kapitra diminta mengecek dahulu apa benar SBY berkata demikian.

“Harus asas praduga tak bersalah, menghormati SBY secara proporsional. Kita harus punya bukti-bukti yang kuat, nanti akan dibahas dulu oleh DPP,” ujar Kapitra.

Perintah dari Megawati itu dia dapatkan dari Plt Ketua DPD Riau Rokhmin Dahuri. Kapitra kemudian melaporkan kasus lain terkait perusakan atribut PDIP dan baliho dirinya.

“Saya melaporkan dua orang yang merobek, mencabut-cabut baliho bendera partai kita, ditahan di Polresta Pekanbaru, ada juga yang robek baliho saya,” kata Kapitra.

Dia melapor kepada Polda Riau dengan nomor laporan STPLP/108/XII/2018/Ditreskrimsus. Kapitra juga melampirkan sejumlah foto bendera PDIP dan NasDem yang dicopoti hingga baliho dirinya yang dirusak.

Terduga pelaku bernama Heryd Swanto (22) itu sebelumnya diamankan di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (15/12) sekitar pukul 01.45 WIB. Dalam video yang diterima detikcom, lelaki itu sebelumnya diinterogasi oleh kader Demokrat. Ketika ditanya para kader PD, Heryd mengaku disuruh seseorang dari PDIP.

“Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh Pengurus PDIP,” kata Andi Arief di akun Twitter-nya dan mengizinkan detikcom mengutipnya, Sabtu (15/12/2018)

“Satu regu 7 orang. Mereka dibayar Rp 150 ribu per orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari partai berkuasa,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *