Hotman Paris Sindir Jajaran Garuda Indonesia Termasuk Menteri Perhubungan

Belakangan publik dibuat heboh dengan pencopotan Dirut Garuda Indonesia. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang akrab disapa Ari Askhara dikabarkan diberhentikan secara tidak hormat

Bukan tanpa alasan, Ari Askhara terbukti menyelundupkan Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat milik PT Garuda Indonesia (Persero).

Tak hanya itu saja, tabiat Ari Askhara juga perlahan terkuak. Ari Askhara diduga berselingkuh dengan pramugari yang berinisial PNR.

Sebuah akun Twitter @digeeembok membeberkan pula PNR yang melakukan operasi plastik hingga berlaku sewenang-wenang dengan bawahan Ari Askhara.

Ternyata skandal antara atasan dengan awak kabin sebuah maskapai sudah bukan barang baru. Hal tersebut diungkap oleh Hotman Paris jauh sebelum rumor perselingkuhan Ari Askhara dan PNR tercium.

Ya, dalam Instagram pribadi Hotman Paris di bulan Juli 2019 lalu sempat mengunggah beberapa potongan video mengenai skandal antara pramugari dengan atasannya.

Mulanya, Hotman Paris menjelaskan bahwa dirinya kembali mendapat sebuah aduan dari pramugari yang diancam oleh oknum pimpinannya dalam sebuah penerbangan.

Disampaikan, aduan soal pramugari itu diterima Hotman Paris saat berada di Pulau Dewata, Bali.

“Halo saya lagi ngopi di Pantai Kuta Bali,” kata Hotman Paris.

“Aku saat lagi ngopi ada dua lagi pramugari yang ngadu karena temannya terima surat PHK, karena tidak mau terima ajakan bosnya gini-gini (berhubungan badan),” sambungnya.

Dijelaskan pula, sebelumnya ia juga sempat beberapa kali mendapat aduan yang sama soal ancaman dari pimpinan penerbangan kepada para pramugarinya.

“Dua minggu lalu ada juga pramugari yang ngadu ke saya karena sudah berbulan-bulan standby enggak dikasih terbang karena bosnya melalui kapten kapal disuruh harus gini-gini (berhubungan badan) sama pimpinannya,” ungkap Hotman Paris.

Melalui akun Instagramnya, Selasa (16/7/2019) malam, Hotman Paris juga menyampaikan pesan kepada Menhub Budi Karya Sumadi.

“Halo Bapak Menteri Perhubungan, mohon agar segera dilakukan penertiban, inilah pramugari salah satu perusahaan penerbangan yang menangis-nangis untuk yang kedua kali, datang ke Hotman Paris,” ujar Hotman Paris.

“Karena jadwal terbangnya untuk minggu-minggu berikutnya yaitu Juli dan Agustus, dibuat standby agar tidak terbang,” imbuhnya.

Menurut Hotman Paris, tak hanya direksi, sang kapten yang dijadikan pertantara juga meminta agar sang pramugari mau ‘ngamar’ dengannya.

“Kalau tidak terbang berarti dia tidak dapat uang, hanya karena ia menolak untuk ngamar dengan kapten pesawat, yang katanya kapten ini disuruh oleh jajaran direksi,” beber Hotman Paris.

“Bahkan katanya jajaran direksi pun mau sama pramugari ini.

“Menurut pengakuan dia, sudah beberapa pramugari yang keluar juga karena diperlakukan hal yang sama, disuruh ngamar dengan konsekuensi tidak bisa terbang dan tidak dapat uang,” sambungnya.

Hotman Paris juga tampak melontarkan sindiran kepada oknum pimpinan perusahaan penerbangan yang menekan pramugari agar mau berhubungan badan dengannya.

Hotman Paris kemudian mengungkap mekanisme penggajian pramugari yang bergantung pada jam terbang.

“Anda tahu? Pramugari itu gajinya dari jam terbang, kalau dia sering terbang maka dia akan dapat gaji penuh,” ungkap Hotman Paris.

“Kalau dia banyak standby, maka ia hanya dapat uang yang sangat kecil,” imbuhnya.

Hotman Paris kemudian mengungkap ada oknum direksi maskapai penerbangan swasta yang berusaha melecehkan pramugari, dengan meminta layanan di luar tugas penerbangan.

“Ternyata, oknum direksi dari suatu perusahaan penerbangan swasta, yang meminta ‘kamu akan sering terbang kalau kamu mau dengan saya (melayani)’,” kata Hotman Paris.

Hotman Paris menceritakan bahwa sang pramugari menolak permintaan sang direksi, hingga akhirnya dia tidak bisa terbang.

“Bahkan dengan berbagai rayuan, karena pramugari ini menolak, standby terus dia tidak pernah terbang, dan selalu di WA kalau mau temanin, ayo terbang, kejam,” pungkasnya.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *