Fakta Terbaru Tragedi Kematian Ayu Shelisa

Polisi menduga Ayu Shelisa yang ditemukan jadi kerangka dalam septic tank dibunuh suaminya, Edi Susanto yang sudah tewas bunuh diri. Fakta terbaru yang terungkap, ternyata Edi sudah empat kali mencoba bunuh diri sebelum tewas pada November 2019.

“Tiga kali atau empat kali, berkali-kali dia (Edi) mau nyoba bunuh diri,” kata Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, kepada wartawan di Mapolda DIY, Jumat (27/12/2019).

Hingga akhirnya Edi tewas pada aksi bunuh dirinya yang dilakukan pada 11 November 2019.

“Dia sudah mencoba bunuh dari sampai tiga kali, terakhir ini (11 November 2019) tidak bisa dibantu. Itu informasi yang kami dapat dari keluarga,” sambungnya.

Dari keterangan keluarga, Edi memang menunjukkan gelagat aneh sebelum bunuh diri. Salah satunya, tak biasanya Edi mengajak ayahnya yakni Waluyo salat berjamaah pada malam sebelum kematiannya, Minggu (10/11).

Sebelum meninggal dunia Edi juga sempat menulis surat wasiat. Surat yang ditemukan oleh keluarganya berisi tentang keinginan Edi menyusul istrinya (Shelisa) dan neneknya.

Berbekal surat itu, polisi meyakini bahwa sebenarnya Edi mengetahui Shelisa telah meninggal. Padahal selama ini Sheli dinyatakan hilang meninggalkan rumah sejak 2009 silam. Hingga akhirnya Shelisa ditemukan sudah jadi kerangka pada Minggu (22/12) sore.

“Makanya kenapa Kasat Reskrim saya (Polres Bantul) menduga Edi pelakunya (pembunuh Shelisa),” tuturnya.

Teka-teki dugaan pembunuhan Ayu Shelisa ini berawal dari ditemukannya kerangka manusia di dalam septic tank milik Waluyo, di Dusun Karangjati, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Minggu (22/12) sore.

Para tetangga saat itu langsung menyampaikan kecurigaannya bahwa kerangka tersebut Ayu Shelisa yang hilang sejak sekitar tahun 2009 silam. Setelah penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, akhirnya terungkap kerangka itu memang Ayu Shelisa, menantu Waluyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *