Fahri Hamzah Setuju Jika Ahok Jadi Bos Pertamina

Fahri Hamzah dulu sering mengkritik Ahok, namun kini dia mendukung mantan Gubernur DKI itu jadi bos Pertamina. Mantan Wakil DPR RI Fahri Hamzah memberikan dukungan pada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok agar bisa menjadi bos BUMN Pertamina.

Dia menilai langkah pemerintah dalam memilih Ahok sebagai calon pemimpin perusahaan BUMN tidak menyalahi aturan apapun. Hal ini cukup berlawanan, ketika melihat sosok Fahri Hamzah yang selama ini hobi memberikan kritikan pedas pada Ahok maupun pemerintah.

Lalu, seperti apa dukungan Fahri pada pencalonan Ahok jadi bos Pertamina? Fahri Hamzah menegaskan jika Ahok memiliki hak yang sama menjadi pimpinan BUMN.

Perdebatan publik yang banyak menganggap Ahok seolah-olah tidak pantas berada di jajaran direksi BUMN pun dibantah oleh Fahri Hamzah.

Hal ini tidak lepas dari kepastian hukum yang ada pada Pasal 27 UUD, dimana Ahok sudah dinyatakan bebas dari masalah pidana penjara akibat kasus penistaan agama yang pernah dilakukannya.

“Berlakulah Pasal 27 UUD, itu bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum, dan pemerinahan, dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintah tanpa ada kecuali,” ucap Fahri.

Fahri sendiri memiliki pandangan tersendiri jika Ahok menjadi salah satu pimpinan Pertamina.

Dukungan ini pun dianggap Fahri juga sebagai tantangan bagi Ahok yang disebut-sebut memiliki rekam jejak mentereng dalam mengurus birokrasi.

Belum lagi, sejumlah BUMN termasuk Pertamina selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan pemerintah yang paling korup.

Meskipun memberikan dukungan dan pembelaan pada Ahok untuk memimpin BUMN, Fahri Hamzah tetap menyoroti sikap pemerintah.

Hal ini menyusul banyaknya penolakan dan kritikan pedas pada Ahok yang menyoal masa lalunya. Padahal pemerintah seharusnya memberikan pembelaan jika status Ahok memang benar bersih dari hukum.

“Ya apabila status hukumnya bersih, maka siapapun yang dipilih, termasuk saudara Ahok harus dibela oleh pemerintah supaya tak jadi bulan-bulanan (publik),” ucap Fahri.

Dia lantas memberikan saran pada Menteri BUMN Erick Thohir agar mengatur strategi yang matang sebelum memilih pemimpin BUMN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *