Dampak Pernikahan di Usia Dini

Dampak Pernikahan di Usia Dini

Channel24indo – Menikah memang jadi idaman setiap pasangan. Tetapi, umur jelas jadi satu pertimbangan bagi pasangan yang juga akan menikah. Jadi, bagaimana dengan ketentuan yang di ambil ? Bagaimana dampak baik serta buruknya menikah di usia dini?

Menurut psikolog Livia Iskandar, pernikahan anak sesungguhnya memberi kerugian semakin banyak di sisi perempuan.

” Pernikahan anak kelak efeknya semakin lebih berat pada pengantin perempuannya, ” kata Livia waktu dihubungi Channel24indo.

Ia menerangkan, dari bagian kesehatan, sistem reproduktif anak perempuan belum juga siap untuk mempunyai anak. Anak yang melahirkan pada usia dibawah 20 tahun lebih berisiko kehilangan nyawa. Livia berkata, fenomena pernikahan anak di Indonesia jadi satu diantara aspek pemicu tingginya angka kematian ibu saat melahirkan.

Pernikahan anak juga membuat pendidikan terganggu bahkan juga terputus. Livia juga meragukan anak bakal meneruskan sekolah sesudah menikah. Waktu ia hamil, kemungkinan susah bagi sekolah untuk terima siswi yang tengah bertubuh dua itu. Sedang sang suami mungkin meneruskan sekolah karna tidak ada perubahan fisik berarti.

Tetapi, jaman makin berkembang, tuntutan dunia kerja juga makin tinggi. Lulusan sekolah menengah pertama susah untuk dapat bersaing ketat serta kemungkinan kecil untuk memperoleh pekerjaan layak. Oleh karena itu, status sosial jadi lebih rendah.

” Diluar itu, perempuan rentan memperoleh kekerasan karna posisi tawar lebih rendah, ” imbuhnya.

Menurut Livia, anak juga belum matang dengan psikologis. Ia berikan contoh waktu anak memiliki anak, susah dipikirkan pasangan remaja 15 tahun ini bagaimana nanti waktu jadi orangtua serta mengasuh dan mendidik anak. Perempuan juga jadi lebih rentan depresi saat melahirkan.

” Dia melihat tubuhnya kok tidak seperti waktu belum punya anak. Anak usia segitu masih tetap sadar penampilan, ” tuturnya.

Usia Minimal Pernikahan

Dampak Pernikahan di Usia Dini

Di Indonesia sesungguhnya telah ada ketentuan tentang batas minimum usia pernikahan. Menurut Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, batas usia minimum untuk perempuan 16 tahun, sedang laki laki minimum berusia 19 tahun.

Livia menceritakan, beberapa LSM sempat maju ke Mahkamah Konstitusi untuk menambah batas minimum usia pernikahan, namun sejauh ini hasilnya masih tetap nihil.

” Tempo hari hakim-hakim cuma lihat berdasarkan anak telah akil baliq atau belum, mereka lihat berdasar pada fisiologis bukan psikologis serta kesehatan, ” katanya.

Ia juga menambahkan, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang di gelar April 2017 lalu juga menampik ada pernikahan anak. Fase usia remaja, anak sedang giat-giatnya mencari jati diri, memperluas pergaulan, dan meningkatkan diri. Sehingga tidak pas apabila pada usia ini ia mesti dibebankan pernikahan yang semestinya dibebankan pada orang dewasa.

Lantas berapakah usia minimum yang dipandang baik untuk menikah?

Dampak Pernikahan di Usia Dini

Livia menjelaskan, sekurang-kurangnya usia minimum untuk menikah yaitu 21 tahun. Pada umur ini, tuturnya, otak lebih masak untuk dapat berfikir jangka panjang atau mempunyai pertimbangan soal sebagian resiko tindakan ataupun keputusan yang juga akan di ambil. Saat berumah tangga, pasti banyak keputusan penting yang perlu di ambil, sehingga usia ini dianggap baik.

” Anak dibawah umur 21 tahun seringkali berfikir jangka pendek, dapat ambil tindakan yang dapat membahayakan dianya serta orang lain, sembrono. Kualitas anak bagaimana, kan orang tuanya masih remaja, ” katanya.

Untuk pasangan yang juga akan menikah, kesiapan secara fisik, psikis serta ekonomi sangat dibutuhkan. Kesiapan secara fisik di dukung dengan umur yang cukup. Mereka juga butuh siap mental untuk menjalani kehidupan rumah tangga, juga di dukung dengan kesiapan dari sisi ekonomi atau materi. Livia juga menyebutkan, orangtua juga butuh berfikir jauh ke depan serta jangan sampai gegabah menikahkan anak.

” Masyarakat masih tetap ada yang berfikir menikah juga akan merampungkan persoalan, padahal menikah juga akan menambah persoalan lain. Lantas karna takut terjadi apa-apa terus nikahin saja, ini kurang tepat, ” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *