Benarkah Carlo Ancelotti Dikabarkan Akan Menyusul Ronaldo Ke Juventus

Harapan Cristiano Ronaldo untuk bertemu kembali dengan Carlo Ancelotti di Juventus tampaknya akan sulit terwujud. Sebab, Ancelotti sendiri mempublikasikan masih akan melatih Napoli hingga kontraknya habis.

Juventus kini sedang mencari pelatih baru untuk musim depan. Sebelumnya, Juventus dipastikan tidak akan dilatih oleh Massimiliano Allegri lagi. Kedua belah pihak sudah sepakat berpisah pada pekan lalu.

Ada beberapa nama yang disebut bakal menjadi pelatih baru Juventus musim depan. Salah satunya adalah Ancelotti. Tapi, pelatih berusia 59 tahun tersebut mengaku masih betah untuk melatih Napoli. Dia juga punya kontrak hingga tahun 2022.

Ancelotti Tolak Juventus

Masuknya Carlo Ancelotti sebagai kandidat pelatih Juventus tentu saja tidak lepas dari keberadaan Cristiano Ronaldo. Keduanya pernah bekerja sama saat masih di Real Madrid. Hubungan personal mereka juga disebut sangat bagus.

Karena itu, media-media di Italia mengatakan jika Ronaldo ingin Ancelotti yang jadi pelatih baru pengganti Allegri. Namun, Ancelotti rupanya tidak punya pemikiran yang sama dengan Ronaldo. Dia masih akan setia bersama Napoli.

“Saya punya kontrak dengan Napoli dan saya harap klub akan mengurusnya. Saya terikat dengan klub dan saya ingin bertahan setidaknya hingga dua tahun ke depan. Saya merasa bahagia berada di sini,” ucap Ancelotti kepada¬†Channel24Indo.

“Pelatih selalu menjadi orang terakhir yang mengetahui tentang apa pun. Mereka selalu hidup dalam ketidakpastian. Saya juga tahu bahwa pemecatan adalah bagian dan pekerjaan ini,” sambung pelatih asal Italia tersebut.

Sudah Pernah Latih Juventus

Carlo Ancelotti adalah sosok pelatih yang sudah kenyang pengalaman di sepak bola Eropa. Dia pernah melatih di Italia, Spanyol, Inggris, Jerman dan Prancis. Tentu saja, ada banyak gelar juara yang sudah dia berikan.

Ancelotti bahkan sudah pernah menjadi pelatih Juventus pada kesempatan yang lalu. Pria berusia 59 tahun tersebut jadi juru taktik klub asal Turin pada tahun 1999 hingga 2001 silam.

“Pengalaman telah menunjukkan bahwa, seorang pelatih, hanya akan dinilai dari hasil yang didapatkan. Saya merasa lebih menderita ketika saat itu dipecat oleh Juventus, tapi kemudian saya merasa terbiasa,” tutup Ancelotti.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *