Bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapatkan remisi atau pemotongan waktu tahanan saat dua bulan, pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Ahok divonis 2 tahun penjara atas masalah penodaan agama pada 9 Mei 2017.

Bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Mendapatkan Remisi atau Pemotongan Waktu Tahanan Saat Dua Bulan

channel24indo – Bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapatkan pemotongan waktu tahanan saat dua bulan, pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Ahok divonis 2 tahun penjara atas masalah penodaan agama pada 9 Mei 2017.

Iya (Ahok) diberi (remisi) dua bulan, belumlah bebas tetapi,kata Kabag Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto

Dia meramalkan bekas Bupati Belitung Timur akan bebas pada Januari 2019. Ade menyampaikan dengan sah pihaknya baru akan menginformasikan nama narapidana yang memperoleh remisi pada Jumat 17 Agustus 2018. Tidak hanya Ahok, katanya, ada seputar 3.700 narapidana di lokasi DKI Jakarta yang mendapatkan remisi.

Awal mulanya, berdasar pada hitung-hitungan, kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, Ahok dapat bebas murni pada 4 Januari 2019. Ini karena selama saat tahanan, Ahok mendapatkan remisi atau pengurangan waktu tahanan.

Dari info yang dikasihkan Nana, Ahok yang divonis 2 tahun penjara serta mulai melakukan hukuman pada 9 Mei 2017, mendapatkan remisi pertama pada 25 Desember 2017 waktu Hari Raya Natal. Dengan remisi Natal 2017 ini, Ahok diprediksikan dapat bebas pada 24 April 2019.

Ahok akan kembali mendapatkan remisi umum pada 17 Agustus 2018, karena sudah melakukan waktu tahanan 12 bulan lebih. Bila Ahok dapat mendapatkan remisi lagi, yaitu remisi penambahan serta remisi spesial pada Natal 2018, karena itu Ahok dapat bebas pada 4 Januari 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *