Baru Sekarang Tertangkap Ternyata Ribuan Kontainer Sampah Impor Ke Indonesia

Hotman paris menyampaikan keresahan soal impor sampah tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, pada Rabu (25/12/19).

Pengacara kondang Hotman Paris menyoroti adanya kasus impor sampah 2.000 kontainer. Hotman Paris menyinggung kinerja pemerintah yang tidak sigap.

Hotman menyebut bahwa 2.000 kontainer sampah yang ditangkap pihak bea cukai bukan pertama kalinya terjadi.

“Aduhhh baru ketangkap 2.000 lebih kontainer sampah dari negara asing di pelabuhan Indonesia oleh pihak bea cukai,”Itu baru yang ketangkap baru-baru ini, selama ini gimana?” ujar Hotman geram.

Hotman Paris mengatakan, itu hanya sebagian kecil yang terbukti. Belum termasuk hal yang lain, yang belum diketahui.

Hotman paris tampak prihatin dengan adanya sampah-sampah yang diimpor ke Indonesia dari negara-negara lain yang tidak bisa menangani sampah.

Sehingga menurutnya, Indonesia menjadi negara yang menerima sampah dari luar negeri.

“Ternyata negara-negara asing yang tidak bisa mengatasi sampah, plastik dan lain-lain menjadikan negara Indonesia sebagai tempat pembuangan sampah,” beber Hotman Paris.

Hotman Paris lalu jengkel dengan pemerintahan Indonesia.

“Beribu-ribu kontainer dikirim ke Indonesia untuk dibuang di daerah Indonesia. Entah di mana itu dibuang,” lanjutnya.

Hotman Paris pun mempertanyakan siapa oknum yang terlibat di balik kejadian tersebut.

“Ini gimana ini, siapa importirnya ini?” ujar Hotman Paris geram.

Hotman Paris bahkan menyinggung kinerja Kementrian Lingkungan Hidup terkait kasus sampah impor tersebut.

“Masih perlu nggak Kementrian Lingkungan Hidup?” sambungnya.

Tak hanya Kementrian Lingkungan Hidup, Hotman Paris juga menyindir pihak Bea Cukai.

Hotman Paris heran mengapa kasus segenting ini baru terkuak sekarang.

Ia meyakini bahwa kegiatan impor sampah itu pasti sudah terjadi sejak lama.

“Haloo bagaimana dengan Bea Cukai juga? ini sudah berapa lama terjadi ini sampah import ini kenapa baru sekarang ketahuan?” ujar Hotman Paris.

Melihat kondisi itu, Hotman Paris menilai saat ini negara Indonesia tengah dalam kondisi yang gawat.

“Gawat negaraku ini gawat!” kata Hotman Paris.

Diketahui, Indonesia terus melalukan tindakan tegas seiring maraknya impor sampah plastik bercampur limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Sepanjang 2019 saja, Bea Cukai sudah memulangkan kembali ( reekspor) sebanyak 331 kontainer sampah plastik ke negara asalnya.

“Reekspor dilakulan oleh yang bersangkutan (perusahaan pengimpor),” ujar Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).

Kontainer-kontainer itu berasal dari Australia, Belgia, Perancis, Jerman, Yunani, Belanda, Slovenia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Hongkong, dan United Kingdom.

Otomatis, reekspor dikirim ke negara-negara tersebut.

Sementara itu sebanyak 216 kontainer sampah plastik masih dalam proses reekspor.

Hingga 17 September 2019, Bea Cukai telah menindak kurang lebih 2.041 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang.

Rinciannya, 257 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak yang terdiri dari 195 kontainer yang telah direekspor dan 62 kontainer dalam proses reekspor yang diimpor oleh PT AS, PT MSE, PT SM, PT MDI, PT BM, PT PKI.

Selanjutnya, Bea Cukai juga telah mengamankan 467 kontainer di Batam yang terdiri dari 333 kontainer yang memenuhi syarat, 132 kontainer yang telah direekspor oleh PT AWP, PT TIS, PT HTUI, dan 2 kontainer dalam proses penelitian.

Sementara itu di Pelabuhan Tanjung Priok, Bea Cukai juga mengamankan 1.024 kontainer yang terdiri dari 14 kontainer yang memenuhi syarat, 2 kontainer telah direekspor oleh PT PDPM, sementara 1.008 kontainer lainnya belum diajukan pemberitahuan pabeannya.

Adapun di Tangerang, Bea Cukai juga telah mengamankan 293 kontainer yang terdiri dari 108 kontainer memenuhi syarat, 2 kontainer telah direekspor oleh PT NHI, 154 kontainer dalam proses reekspor, dan 29 kontainer dalam proses penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *