Antonio Conte Sudah Terbiasa Kalah Dari Juventus

Antonio Conte mengakui level Juventus berada di atas Inter Milan setelah dipaksa menelan kekalahan perdana di Serie A Italia musim ini oleh mantan timnya.

Skor 1-2 dalam Derby d’Italia di Giuseppe Meazza, mengakhiri start sempurna Conte yang sebelumnya memimpin Nerazzurri memborong enam kemenangan. Inter pun harus mengikhlaskan tampuk Capolista direnggut Juve.

Terlepas dari peningkatan performa tim di bawah komandonya, Conte menyebut I Nerazzurri saat ini masih belum dapat dikomparasikan dengan I Bianconeri yang telah lama mendominasi Italia.

“Kami tak boleh membandingkan diri dengan Juventus saat ini, karena mereka berada di level berbeda dalam segala aspek. Kami sedang berusaha memangkas gap,” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia.

Kami harus berkembang dan itu tak terelakkan, karena kami baru berada di awal perjalanan,” imbuhnya. “Umpan akhir kami seharusnya bisa lebih baik, tapi nyatanya tim mampu menciptakan peluang-peluang.”

“Statistik mengindikasikan ini adalah duel yang sangat seimbang meski faktanya di atas kertas dua tim ini jauh dari seimbang. Kedua tim sama-sama memiliki peluang, tetapi pengalaman dan kualitas tim besar menghasilkan perbedaan.”

Angkat topi untuk Juventus, tapi kami akan menyingsingkan lengan baju dan terus bekerja.”

Inter Milan bisa dikatakan kalah kelas. Mereka hanya mampu membuat 10 tembakan di sepanjang permainan. Bahkan satu-satunya gol yang mereka sarangkan dari laga kali ini disarangkan oleh Lautaro Martinez melalui eksekusi penalti.

Akibat dari kekalahan tersebut, Nerazzurri harus rela menyerahkan takhta puncak klasemen Serie A kepada Juventus. Mereka turun ke peringkat dua dan tertinggal satu angka dari skuat besutan Maurizio Sarri itu.

Conte Tidak Merasa Kecewa
Meskipun demikian, Conte tidak merasa sedih karena dikalahkan oleh tim yang pernah ia asuh itu. Sebab dalam sepanjang karirnya sebagai seorang pelatih, ia sudah sering dipaksa bertekuk lutut oleh Bianconeri.

“Saya selalu kalah saat melawan Juventus, dengan Arezzo dan Atalanta. Saya merasa kecewa saat kalah, tapi tidak sekarang karena ini berasal dari Juventus. Saya mengangkat topi kepada mereka,” tutur Conte.

“Juve adalah tim kuat, kita semua tahu itu. Masih banyak yang perlu kami perbaiki, dan itulah keindahannya, karena kami terus belajar dan berkembang.”

“Saya rasa kami perlu lebih agresif saat bertahan di sekitar area penalti, karena Barcelona sangat berbahaya juga dengan operang-operan mereka. Kami perlu lebih menempel para penyerang,” pungkas bek Inter tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *