Akhir Cerita 'Petak Umpet' Rizieq Shihab

Akhir Cerita ‘Petak Umpet’ Rizieq Shihab

Channel24indo – Rizieq Shihab bak tengah bermain petak umpet dengan polisi. Tidak ada yang tahu keberadaannya secara pastinya.

Suara serak pria berjanggut yang selalu memakai sorban saat mengajak massa untuk meneriakkan kata ‘takbir’ ini tidak terdengar dalam aksi bertajuk bela Islam yang berlangsung di ‘menit-menit akhir’ jelang pembacaan vonis pada terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bahkan, Rizieq juga tidak kelihatan waktu FPI bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) serta beberapa kelompok kontra Ahok yang lain menggelar aksi di depan Kementerian Pertanian untuk mengawal sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa Ahok, Selasa (9/5).

Polda Metro Jaya resmi mengeluarkan surat penjemputan paksa Rizieq pada Senin (15/5).

Langkah ini dilakukan karena pria kelahiran 24 Agustus 1965 ini mangkir dari panggilan pemeriksaan perihal dugaan percakapan berkonten pornografi pada dirinya dengan Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana Firza Husein yang sudah dilayangkan sebanyak dua kali.

Dikabarkan, Rizieq berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah Umrah bersama keluarganya sejak Jumat (28/4).

Tetapi terakhir, beberapa orang terdekatnya menyampaikan kabar kalau Rizieq ada di Malaysia. Mereka menyampaikan, Rizieq tengah menjumpai promotor studi program doktornya di Universitas Sains Islam Malaysia, Nilai, Negeri Sembilan.

Saat ini, Rizieq dikabarkan sudah meninggalkan Malaysia, Tetapi, bukan untuk kembali Indonesia, melainkan balik ke ‘Tanah Suci’.

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai keseriusan polisi dalam mengusut kasus yang menyeret namanya menahan langkah Rizieq pulang ke Indonesia.

Menurut dia, bermacam alasan dipakai Rizieq untuk mengulur penyelidikan atau penyidikan yang dijalankan polisi.

” Situasi dalam negeri sekarang ini tidak kondusif untuk Rizieq, maka dari itu dia tidak kunjung kembali ke Indonesia. Keberangkatannya ke Arab Saudi dengan alasan Umrah itu pastinya tidak terlepas dari informasi soal keseriusan polisi menuntaskan kasusnya, ” kata Bambang

Dia juga menilai beberapa cara yang dipakai Rizieq untuk mengulur penyelidikan serta penyidikan kasusnya sudah tidak relevan, terutama dalam penggunaan istilah ‘kriminalisasi ulama’. Menurut dia, Rizieq sudah kalah dalam ‘pertarungan’ kali ini.

” Terminologi kriminalisasi itu sangat subyektif. Demikian juga dengan istilah kriminalisasi ulama yang dipakai sangat bias. Ini membuktikan Rizieq sudah hampir ‘selesai’, Polri disini sudah di atas angin, ” kata dia.

Baca juga : keseriusan polisi dalam menangani kasus rizieq shihab

Kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, mengatakan kembalinya Rizieq ke Arab Saudi bukan bermaksud melarikan diri dari panggilan polisi, tetapi untuk menenangkan diri lantaran merasa difitnah dalam dugaan percakapan pornografi itu.

Dia menyebutkan kliennya akan pulang ke Indonesia sebelum atau sesudah Ramadan. Selain untuk menenangkan diri, Sugito juga menyebutkan kembalinya Rizieq ke Arab Saudi sebagai upaya perlawanan melawan ketidakadilan.

” Dia (Rizieq) tidak melarikan diri dari tanggung jawab. Hanya simbol lawan ketidakadilan, kalau ini fitnah, ” kata Sugito.

Dugaan percakapan berkonten pornografi antara Rizieq dengan Firza bermula dari laporan yang di terima Polda Metro Jaya dengan Nomor : LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus perihal dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi.

Laporan ini awalnya dari cuplikan layar (screenshot) percakapan bermuatan pornografi diduga antara Rizieq dan Firza pada Januari lalu.

Pelaporan didasarkan pada Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 serta/atau Pasal 32 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Polda Metro Jaya lalu menindaklanjuti laporan dengan memanggil Rizieq sebagai saksi. Pemeriksaan dijadwalkan pada Rabu (25/4), tetapi ditunda dikarenakan Rizieq Shihab tidak hadir dengan alasan tengah melakukan ibadah Umrah.

Polisi lalu melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap Rizieq pada Senin (8/5) untuk pemeriksaan pada Rabu (10/5). Lagi-lagi, Rizieq tidak memenuhi panggilan itu karena tidak ada di Indonesia.

Saat ini, sebagian warga mungkin saja menanti, kapan Rizieq datang ke Indonesia serta menghadapi kasus hukumnya. Bukan hanya sebatas berani menghadapi lautan massa dan meneriakkan takbir.

Baca juga : FPI semarang dibubarkan polisi dan ormas setempat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *