1 Ton Rendang Yang Sudah Dikumpulkan Warga Sumatra Barat Untuk Korban Gempa Di Lombok

1 Ton Rendang Yang Sudah Dikumpulkan Warga Sumatra Barat Untuk Korban Gempa Di Lombok

channel24indo – Berita gempa Lombok serta keadaan korban bencana itu menyentak semua masyarakat Indonesia. Begitu juga dengan pemerintah serta penduduk Propinsi Sumatera Barat. Walau ada jauh dari tempat, mereka berusaha ikut menolong kurangi beban beberapa korban.

Diantaranya dengan menyiapkan lauk untuk dikonsumsi korban gempa Lombok. Mereka menghimpun satu ton rendang untuk di kirim ke Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hari ini diinisiasi gubernur telah terkumpul 231 kg. Dalam dua hari direncanakan terkumpul satu ton, kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, dikutip Pada, Selasa, 7 Agustus 2018.

Makanan ciri khas Sumatera Barat yang terkumpul itu sejumlah besar adalah sumbangan dari Organisasi Piranti Daerah (OPD) ditempat. Sumbangan itu beragam dari mulai lima kg sampai 20 kg.

Pemprov Sumbar juga terima sumbangan dari penduduk yang perduli pada korban gempa NTB. Daging rendang yang terkumpul itu akan diantarkan secara langsung ke NTB untuk diserahkan pada unit pekerjaan di lapangan.

Kelak petugas yang akan membagi sesuai dengan keperluan penduduk korban gempa di lapangan. Tidak hanya menyerahkan pertolongan, Wakil Gubernur mengevaluasi kondisi masyarakat perantau serta keturunan Minang di NTB.

Berdasar pada data Ikatan Keluarga Bundo Kanduang (IKBK) Nusa Tenggara Barat, jumlahnya perantau serta keturunan Minang di propinsi seribu masjid itu seputar 30 ribu orang.

Kita mengharap penduduk Minang disana dalam kondisi baik-baik saja, tuturnya.

Pertolongan rendang untuk korban bencana adalah salah satunya keunikan Sumbar yang diawali semenjak gempa Aceh Desember 2016. Waktu itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menginisiasi pengumpulan rendang untuk diantar pada korban gempa Lombok. Rendang diambil karena mempunyai cita perasaan yang begitu lezat serta bertahan lama sampai sebulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *